Kedua kelompok kemudian terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam. Menurut keterangan anak saksi, dia turun dari motor dan ikut maju bersama rombongan sambil anak saksi dengan inisial GS membawa celurit diterima sebelumnya.
Dalam bentrokan tersebut, tangan kiri anak saksi inisial GS terkena sabetan senjata tajam yang diduga jenis corbek dari pihak lawan. Setelah terluka, kemudian melempar celurit dibawanya ke arah depan, lalu mundur berlari meninggalkan lokasi.
Beberapa saat kemudian, GS melihat anak korban inisial MFR berlari dalam keadaan berlumuran darah dan menumpang motor rekannya menuju rumah sakit untuk mendapatkan perawatan atas luka dialaminya.
Dalam keterangan anak saksi kepada polisi, anak inisial APK mengaku melihat seorang berjaket hitam tidak dikenal menyerang anak korban MFR. Selanjutnya, ABH juga mengayunkan senjata tajam jenis corbek dipegangnya sebanyak satu kali ke arah mengenai punggung korban.
“Setelah dibawa ke RSUD Budi Asih, Jakarta Timur, anak korban MFR sudah dalam keadaan meninggal dunia, dibuktikan dengan hasil visum,” ujarnya.

