Dalam seminar Hani 2026 dibahas terkait tata kelola peredaran rokok elektrik dari sisi bahaya, serta sinergi pengawasan termasuk bagaimana pencegahan narkotika yang ada dalam rokok elektrik.
Komjen Pol Suyudi mengatakan, saat ini rokok elektronik atau vape sudah banyak digunakan untuk semua golongan usia termasuk gen Z.
“Sebagai pengganti rokok, anak-anak gen Z saat ini juga sudah banyak menggunakan rokok elektronik/vape. Sama oknum dari beberapa yang sudah berhasil diungkap anggota BNN ternyata didapatkan cairan zat untuk rokok berupa etomidate biasa digunakan anestesi disalahgunakan dicampurkan ke dalam cairan rokok elektrik,” ungkap Suyudi dalam paparannya dihadapan para siswa se-DKI di Aula Pendidikan DKI Jakarta, Senin (20/7).
Kepala BNN Komjen Suyudi menyampaikan, perlu adanya pengawasan dari semua lini, terlebih dalam meregulasi pemanfaatan rokok elektrik di Indonesia.
“Singapura dalam penggunaan rokok elektrik sudah ada larangan di negaranya. Hanya di Indonesia masih dijual bebas. Untuk itu, dibutuhkan aturan regulasi dalam penggunaan vape di Indonesia sebagai upaya menutup peredaran narkotika jenis zat aditif,” tegasnya.
