Disebutkan, sebanyak 367 autlet diawasi, 901 sampel dievaluasi, dan 58.645 item diobservasi. Mirisnya, belum satu pun dari produknya itu tercantum tanda Pictorial Health Warning (PHW) atau Peringatan Kesehatan Bergambar.
Disebutkan pula, 61 persen rokok elektronik dengan rasa buah, sisanya 39 persen dengan campuran nikotin, menyasar generasi muda. Bentuk kemasannya pun beragam bisa seperti alat tulis (deteksi kamuflase vape) dan lainnya.
Dalam kesempatan sama, Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman menyampaikan, dalam Seminar Nasional Hani 2026 ini terkait peredaran rokok elektrik masih terlihat kasat mata masih digunakan dimana-mana.
“Saya Dapil Jakarta Timur, masih menemukan warga di Pasar menggunakan vape. Mirisnya yang pakai (vape) masih anak-anak muda yang nongkrong di tempat-tempat kejahatan. Kenapa mereka pakai vape? Ternyata diduga mengandung zat narkotika,” ujar Habiburokhman.
Menurut Habiburokhman, penggunaan vape saat ini tidak hanya dari kalangan atas saja tetapi sudah bermain di kalangan bawah.
