Keluhan serupa disampaikan Ketua RT 01, Tribudi Suharti. Menurutnya, warga telah membuat banyak lubang biopori sesuai anjuran pemerintah, tetapi tidak pernah mendapat pendampingan mengenai pengelolaan setelah lubang tersebut penuh.
Selain itu, sejumlah usulan Musrenbang dan Info Bank juga belum mendapatkan tindak lanjut, termasuk PJU yang tiangnya sudah berdiri namun lampunya tak kunjung menyala.
Warga lainnya, Ari, meminta Dinas Bina Marga bertanggung jawab terhadap jalan lingkungan yang rusak akibat keluar masuk alat berat proyek. Menurutnya, setelah pekerjaan selesai, jalan ditinggalkan dalam kondisi rusak tanpa dilakukan pengaspalan ulang.
Sementara Ketua RW 05, Kasingun, meminta pemerintah mempercepat realisasi usulan warga sekaligus memberikan kejelasan mengenai pengelolaan balai warga yang sudah dibangun agar memiliki penanggung jawab yang jelas.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Yuke mengatakan persoalan yang paling banyak muncul dalam reses memang berkaitan dengan sarana dan prasarana.

