Tekanan bertubi-tubi dari Vietnam membuat Skuad Garuda sulit keluar dari situasi kritis. Set kedua pun ditutup untuk kemenangan Vietnam dengan skor 25-22, sekaligus mengubah kedudukan menjadi setara 1-1.
Dominasi Vietnam makin tak terbendung di set ketiga. Konsistensi permainan Vietnam, baik dari segi receive, eksekusi spike, hingga blocking rapat di depan net, membuat variasi serangan Indonesia kerap menemui jalan buntu.
Farhan Halim dkk terus tertekan dan tidak mampu mengembangkan variasi serangan. Vietnam pun merebut set ketiga dengan angka cukup meyakinkan 25-19, membalikkan keunggulan menjadi 2-1.
Set keempat menjadi titik terendah bagi performa Timnas Indonesia. Bermain di bawah tekanan tinggi dan ketertinggalan angka, kesalahan demi kesalahan sendiri mulai sering terjadi.
Upaya comeback yang dicoba oleh anak-anak asuh Reidel Toiran selalu mental di lini pertahanan kokoh Vietnam. Vietnam tanpa kesulitan berarti mengunci set keempat dengan skor 25-18, sekaligus mengakhiri perlawanan Indonesia dengan skor akhir 3-1.
Kekalahan di kandang sendiri tentu menjadi pukulan telak. Usai laga, pelatih kepala Timnas voli putra Indonesia, Reidel Toiran, menyoroti penurunan konsentrasi para pemainnya setelah memenangi set pertama.
