Senada dengan sang pelatih, kapten tim Farhan Halim juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang sudah memadati arena.
”Kami minta maaf belum bisa memberikan hasil terbaik dan melangkah ke final. Vietnam tampil sangat solid, terutama dari segi pertahanan dan blok. Kami sempat kehilangan ritme setelah set pertama dan sulit untuk bangkit kembali dari tekanan. Ini jadi pelajaran mahal untuk evaluasi kami ke depannya,” kata Farhan.
Kekalahan yang dialami Timnas voli putra Indonesia turut membuat manajer Adang Ginanjar angkat bicara. Pria kelahiran 19 Juli 1967 itu berharap para pemain cepat melupakan hasil minor di semifinal untuk bisa merebut peringkat ketiga pada putaran kedua SEA V Cup 2026.
“Kami tidak boleh patah semangat karena besok masih ada pertandingan perebutan tempat ketiga. Saya sudah menyampaikan kepada para pemain agar tetap semangat menghadapi pertandingan besok melawan Kamboja.”
“Tentu Kamboja akan berusaha meraih hasil terbaik untuk memperbaiki posisi mereka karena pada putaran kedua SEA V Cup 2026 sudah masuk perhitungan ranking FIVB,” ungkap pria yang juga merupakan Kabid Binpres PBVSI itu.
