Farhan Halim dkk terus tertekan dan tidak mampu mengembangkan variasi serangan. Vietnam pun merebut set ketiga dengan angka cukup meyakinkan 25-19, membalikkan keunggulan menjadi 2-1.
Set keempat menjadi titik terendah bagi performa Timnas Indonesia. Bermain di bawah tekanan tinggi dan ketertinggalan angka, kesalahan demi kesalahan sendiri mulai sering terjadi.
Upaya comeback yang dicoba oleh anak-anak asuh Reidel Toiran selalu mental di lini pertahanan kokoh Vietnam. Vietnam tanpa kesulitan berarti mengunci set keempat dengan skor 25-18, sekaligus mengakhiri perlawanan Indonesia dengan skor akhir 3-1.
Kekalahan di kandang sendiri tentu menjadi pukulan telak. Usai laga, pelatih kepala Timnas voli putra Indonesia, Reidel Toiran, menyoroti penurunan konsentrasi para pemainnya setelah memenangi set pertama.
”Anak-anak memulai laga dengan baik di set pertama. Namun memasuki set kedua dan seterusnya, kita kehilangan fokus dan mulai berada di bawah tekanan lawan. Receive kita memburuk, sehingga alur serangan tidak berjalan sesuai rencana. Vietnam bermain sangat konsisten malam ini dan layak menang,” ujar Reidel Toiran.
