”Anak-anak memulai laga dengan baik di set pertama. Namun memasuki set kedua dan seterusnya, kita kehilangan fokus dan mulai berada di bawah tekanan lawan. Receive kita memburuk, sehingga alur serangan tidak berjalan sesuai rencana. Vietnam bermain sangat konsisten malam ini dan layak menang,” ujar Reidel Toiran.
Senada dengan sang pelatih, kapten tim Farhan Halim juga menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung yang sudah memadati arena.
”Kami minta maaf belum bisa memberikan hasil terbaik dan melangkah ke final. Vietnam tampil sangat solid, terutama dari segi pertahanan dan blok. Kami sempat kehilangan ritme setelah set pertama dan sulit untuk bangkit kembali dari tekanan. Ini jadi pelajaran mahal untuk evaluasi kami ke depannya,” kata Farhan.
Kekalahan yang dialami Timnas voli putra Indonesia turut membuat manajer Adang Ginanjar angkat bicara. Pria kelahiran 19 Juli 1967 itu berharap para pemain cepat melupakan hasil minor di semifinal untuk bisa merebut peringkat ketiga pada putaran kedua SEA V Cup 2026.
