Hasil ini membuat Indonesia gagal melangkah ke partai puncak, sementara Vietnam melaju mulus ke laga final usai membalikkan keadaan dengan performa yang sangat dominan.
Pelatih Reidel Toiran menurunkan susunan pemain terbaiknya sejak awal laga, yakni Farhan Halim, Boy Arnes, Hendra Kurniawan, Alvin Daniel, Fauzan Nibras, Putra Bagus, dan Rakha Abhinaya sebagai libero. Indonesia langsung mengambil inisiatif serangan.
Namun, Vietnam yang dimotori oleh Cao Duc Hoang memberikan perlawanan sengit dengan bermain dingin. Terjadi kejar mengejar angka yang ketat sepanjang set pertama. Memasuki akhir set, ketenangan Farhan Halim dan kolega membuahkan hasil hingga sukses mengamankan set pertama dengan keunggulan 25-22.
Memasuki set kedua, peta kekuatan berubah drastis. Cao Duc Hoang dan kawan-kawan bangkit dan mengambil alih kendali permainan. Indonesia selalu dalam posisi mengejar poin akibat penerimaan bola pertama yang kurang maksimal.
Tekanan bertubi-tubi dari Vietnam membuat Skuad Garuda sulit keluar dari situasi kritis. Set kedua pun ditutup untuk kemenangan Vietnam dengan skor 25-22, sekaligus mengubah kedudukan menjadi setara 1-1.
Dominasi Vietnam makin tak terbendung di set ketiga. Konsistensi permainan Vietnam, baik dari segi receive, eksekusi spike, hingga blocking rapat di depan net, membuat variasi serangan Indonesia kerap menemui jalan buntu.
