Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Banjir dan Cara Kita Memperlakukan Tanah
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Opini > Banjir dan Cara Kita Memperlakukan Tanah
Opini

Banjir dan Cara Kita Memperlakukan Tanah

Iqbal
Iqbal Published 27 Dec 2025, 17:00
Share
6 Min Read
Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP.
Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP.
SHARE

Oleh: Prof. Dr. Ir. Abdul Rauf, MP.

Dosen Agroteknologi Bidang Konservasi Tanah dan Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (DAS) – Universitas Sumatera Utara

BANJIR kerap dipahami sebagai peristiwa yang datang tiba-tiba, seolah menjadi kejutan alam yang sulit diantisipasi.

Namun dari sudut pandang konservasi tanah dan pengelolaan daerah aliran sungai (DAS), banjir sejatinya adalah hasil dari proses panjang. Akumulasi dari cara kita memperlakukan tanah, air, dan lanskap selama bertahun-tahun. Air hujan hanya menjadi pemicu terakhir ketika daya dukung system hidrologi telah terlampaui.

Baca Juga

jembatan bajo
Jembatan Lapuk Jadi Penyebab Wisatawan Austria Tewas di Labuan Bajo
Banjir Rendam 115 RT di Jakarta, DPRD Desak Evaluasi Total Sistem Drainase
Banjir Rendam 7 Desa di Bogor, 346 KK Terdampak

Dalam ilmu konservasi tanah dan air, terdapat satu prinsip mendasar yang sering terlupakan dalam perdebatan publik: setiap tindakan terhadap tanah akan selalu memengaruhi tata air di atasnya dan di sekitarnya.

Tanah bukan sekadar medium tumbuh tanaman, melainkan ruang hidup air, tempat air hujan meresap, tersimpan, mengalir perlahan. Atau sebaliknya, berubah menjadi limpasan permukaan yang berujung banjir. Ketika tanah kehilangan kemampuannya menjalankan fungsi ini, maka risiko hidrologis meningkat, apa pun bentuk tutupan lahannya.

123456Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Banjir, Penyebab, tanah
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Ilustrasi perayaan tahun baru. Foto: Ist Amankan Malam Tahun Baru, Polda Metro Jaya Terjunkan 800 Personel dan Sasar Parkir Liar
Next Article Truk tronton bermuatan ribuan keramik hilang kendali di turunan Kertek, Wonosobo, hingga menabrak pengendara motor dan ruko pasar. Foto: IG @medsoszone.id Rem Blong, Truk Tronton Muatan Keramik Tabrak Ruko dan Sejumlah Kendaraan di Wonosobo

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260518 WA00441
Hukum

KPK Dalami Pemberian Fasilitas ke Pejabat Bea Cukai Lewat Pengusaha Importir Barang

Olahraga
Optimalisasi Ekosistem Sportainment dan Momentum Profit Bali United di 2026
26 May 2026, 15:21
HeadlineNews
Rasyidi HY Harapkan Momentum Idul Adha 2026 Tingkatkan Ketakwaan Umat Islam di Tanah Air
26 May 2026, 11:19
Jakarta Raya
Atlet Intercity Evergreen Veteran Basketball 2026 Terlindungi BPJS Ketenagakerjaan
26 May 2026, 10:50
Jakarta Raya
Atasi Aksi Begal di Jakbar yang Marak, Srikandi Demokrat Usul Peningkatan Keahlian Warga
26 May 2026, 11:55
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?