Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: Komdigi Blokir Grok Al, Ini alasan Meutya Hafid
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Headline > Komdigi Blokir Grok Al, Ini alasan Meutya Hafid
HeadlineNews

Komdigi Blokir Grok Al, Ini alasan Meutya Hafid

Bambang
Bambang Published 10 Jan 2026, 16:02
Share
3 Min Read
Menkomdigi Meutya Hafid. Foto : Ist
Menkomdigi Meutya Hafid. Foto : Ist
SHARE

IPOL.ID-Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memutus akses sementara terhadap aplikasi Grok AI karena teknologi tersebut dapat memproduksi konten pornografi palsu, termasuk deepfake seksual nonkonsensual yang membahayakan perempuan, anak, dan masyarakat luas.

Komdigi juga meminta Platform X segera memberikan klarifikasi resmi terkait potensi dampak negatif penggunaan Grok AI. Terutama, yang terkait kemampuan sistem tersebut memanipulasi foto pribadi menjadi konten asusila, tanpa persetujuan pemiliknya.

“Pemerintah memandang praktik deepfake seksual nonkonsensual sebagai pelanggaran serius terhadap hak asasi manusia, martabat, serta keamanan warga negara di ruang digital,” kata Menkomdigi Meutya Hafid dalam keterangan resminya, Sabtu (10/1/2026).

Temuan Awal: Pengamanan Konten Lemah

Baca Juga

medsos
Komdigi Ungkap Separuh Anak Indonesia Terpapar Konten Seksual di Medsos
Menkomdigi Kecam Keras Penahanan Jurnalis Indonesia dalam Misi Kemanusiaan Gaza
Revitalisasi Sekolah Digenjot: Serap Tenaga Kerja dan Dorong Kualitas Belajar

Sebelumnya, pada Rabu (7/1/2026), Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar mengungkapkan, hasil penelusuran awal menunjukkan Grok AI belum memiliki pengaturan eksplisit dan memadai, untuk mencegah pembuatan maupun distribusi konten pornografi berbasis foto nyata warga Indonesia.

123Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: Blokir Grok Al, Ini Alasan, komdigi, Meutya Hafid
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article PBVSI Bandung BJB Tandamata Langsung Tancap Gas di Proliga 2026, Gebuk Jakarta Livin Mandiri
Next Article Seorang perempuan berinisial HN melaporkan dugaan tindak pidana korporasi ke kepolisian. Insiden Kaca Gedung TCC Berujung Laporan Polisi, Korban Klaim Tak Ada Itikad Baik

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260601 WA0045
Olahraga

Ada peran Besar FSN Club Yogyakarta Dibalik Merah Putih Raih Perak Dunia di IFA7 World Championship 2026

Headline
Dipersilakan Prabowo, Megawati Pilih Tak Mendahului Gibran
01 Jun 2026, 13:15
Headline
Ledakan Diduga Bom Sisa Perang Dunia II di Biak, 5 Orang Tewas
01 Jun 2026, 14:45
HeadlineHukum
Periksa Puluhan Forwarder, KPK Usut Korupsi Importasi Barang di Ditjen Bea Cukai
01 Jun 2026, 19:39
Hukum
Kasus Hanania Travel Harus Diselesaikan Sesuai Hukum Berlaku, Tanpa mengabaikan Hak Jemaah Sebagai Korban
01 Jun 2026, 09:18
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?