IPOL.ID – Peneliti Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra (PR PBS) BRIN, Risa Mufliharsi, menegaskan bahwa bahasa ibu memiliki peran strategis dalam pendidikan, tidak hanya sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai fondasi kognitif, literasi, dan pelestarian budaya.
Dalam paparannya bertajuk “Peran Bahasa Ibu dan Implementasi Kebijakan dalam Upaya Revitalisasi Bahasa Daerah: Konteks Bahasa Batak Angkola”, Risa menjelaskan bahwa dominasi bahasa global, khususnya bahasa Inggris, telah memengaruhi penggunaan bahasa ibu di lingkungan keluarga.
Menurutnya, orang tua cenderung memprioritaskan bahasa dominan untuk keuntungan ekonomi dan sosial, sehingga terjadi pemutusan transmisi budaya antar generasi.
“Bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, tetapi juga penanda identitas, media pelestarian budaya, dan sarana membangun kesadaran sosial,” jelasnya dalam kegiatan webinar dengan topik “Bahasa Ibu sebagai Pondasi Kognitif: Diskursus Kebijakan dan Tantangan Praktis di Era Global”, yang diselenggarakan Pusat Riset Preservasi Bahasa dan Sastra (PR PBS) BRIN, pada pekan ini di Jakarta.
