IPOL.ID – Anggota Komisi III DPR Abdullah menegaskan pembenahan di Badan Gizi Nasional (BGN) tidak cukup hanya dengan menangkap pihak yang terlibat dugaan korupsi. Menurutnya, yang paling mendesak saat ini adalah membangun sistem Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tertutup dari celah penyimpangan.
Ia meminta Kepala BGN yang baru, Nanik S. Deyang menjadikan reformasi tata kelola MBG sebagai fokus utama demi mengembalikan kepercayaan publik terhadap program tersebut.
“Pekerjaan utama Kepala BGN yang baru adalah mengembalikan kepercayaan masyarakat dengan membangun sistem MBG yang antikorupsi. Kalau sistemnya dibenahi, manfaat program ini akan semakin dirasakan masyarakat dan tujuan besarnya untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia dapat tercapai,” KATA Gus Abduh dalam keterangannya, Kamis (4/6).
Sebelumnya, Kejaksaan Agung menetapkan tiga pimpinan BGN sebagai tersangka dugaan tindak pidana korupsi, yakni Dadan Hindayana bersama dua pejabat lainnya.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik melakukan serangkaian penyelidikan dan penggeledahan terkait dugaan penyimpangan dalam tata kelola program MBG.
