IPOL.ID – Anggota Komisi VI DPR RI Ismail Bachtiar menilai surplus produksi semen nasional perlu segera diatasi agar tidak mengganggu keberlangsungan industri maupun kondisi sosial ekonomi masyarakat. Di sisi lain, investasi tetap harus didorong sepanjang tidak merugikan industri yang telah beroperasi.
Ismail mengungkapkan kapasitas produksi semen nasional saat ini telah melampaui kebutuhan pasar sehingga sebagian produksi tidak terserap. Menurutnya, kondisi tersebut memerlukan solusi yang disusun bersama seluruh pemangku kepentingan.
“Komisi VI melihat adanya surplus produksi semen secara nasional. Kelebihan produksi ini menyebabkan pasar tidak mampu menyerap seluruh hasil produksi. Kami melihat hal ini sebagai persoalan yang perlu segera dicarikan solusi secara komprehensif,” ujar Ismail usai Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kantor Gubernur Sulawesi Selatan, Makassar, Jumat (10/7/2026), dikutip dri Parlementaria.
Ia menjelaskan, pembahasan juga mencakup rencana investasi industri semen baru di Indonesia Timur. Menurutnya, investasi tetap diperlukan, tetapi harus memperhatikan keseimbangan industri nasional dan dampaknya terhadap masyarakat.
