IPOL.ID-Persaingan masuk sekolah negeri setiap tahunnya semakin ketat.
Strata ekonomi di tengah masyarakat menjadi faktor yang sulit dihindari, lantaran banyak siswa yang merupakan orang kaya, unggul dalam hal mutu pendidikan dan prestasi yang dimiliki.
Kegelisahan itu yang disampaikan Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta, Subki. Dia menyoroti masih adanya ketimpangan akses pendidikan di Jakarta.
Meski anggaran pendidikan DKI Jakarta mencapai Rp19,6 triliun atau sekitar 26,65 persen dari APBD, masih banyak persoalan yang harus segera dibenahi, terutama terkait daya tampung sekolah negeri dan pemerataan kesempatan bagi siswa dari keluarga kurang mampu.
“Hingga kini sekolah negeri belum mampu menampung seluruh lulusan jenjang sebelumnya. Akibatnya, banyak siswa harus beralih ke sekolah swasta gratis yang jumlahnya juga masih terbatas,” ujar politisi PKS di DPRD DKI itu dalam rapat Banggar denhan eksekutif, Rabu (15/7/2026).
Dikatakanya, sekolah negeri tidak mampu menampung anak-anak secara menyeluruh. Sebab, sambung dia sekolah swasta gratis yang baru sekitar 103 sekolah di DKI Jakarta juga belum mampu menampung semuanya. “Akhirnya pilihan terakhir mereka masuk madrasah,” ujarnya.
