Oleh: Bagong Suyoto
Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas)
IPOL.ID – Semakin banyak organisasi mahasiswa dan pemuda peduli terhadap masyarakat rentan, terutama pemulung dan warga yang tinggal di sekitar pembuangan sampah. Salah satunya Centre for Indonesian Medical Student’ Activities (CIMSA) Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). Sejak akhir November 2022 mengarahkan serangkaian kegiatannya ke kelompok marjinal; pemulung dan warga sekitar TPST Bantargebang. Pada Desember 2022 melakukan interview tentang kesehatan terhadap 50 pemulung dan warga Bantargebang, lalu kunjungan ke gubuk-gubuk pemulung.
CIMSA merupakan organisasi mahasiswa kedokteran berafiliasi pada IFSA (Internasional Federation of Medical Student’ Associations) beranggota lebih dari 100 negara, di Indonesia memiliki 10.000 anggota tersebar di 27 universitas. Misinya adalah Empowering Medical Students, Improving Nation’s Health. Salah satu yang dinaungi CIMSA adalah Standing Committee on Human Rights and Peace (SCORP). SCORP punya 4 ranah kerja, yaitu perhatian kepada hak asasi manusia orang-orang kelompok rentan, hak asasi dalam memperoleh kesehatan, pengelolaan bencana, dan kesehatan pengungsi.
