“Kami di Komisi II bersama pemerintah dalam hal ini Kemendagri, KPU, Bawaslu berupaya untuk bisa mengantisipasi, paling tidak memetakan nanti permasalahan-permasalahan apa yang muncul,” ungkapnya.
Ahmad Doli Kurnia Tandjung menambahkan Pemilu dan Pilkada 2024 bakal diselenggarakan dalam kondisi yang belum bebas dari pandemi Covid-19. Namun, dia tetap berharap dunia bisa mengatasi wabah virus corona ini paling lambat 2022.
“Perkiraan kita adalah penyelenggaraan Pemilu di tahun 2024 itu masih dibayang-bayangi dengan suasana kita menghadapi pandemi Covid-19,” ujar Doli.
Dia menuturkan, walaupun 2022 negara-negara di dunia berhasil mengatasi pandemi Covid-19, tentu tidak mudah mengembalikan kehidupan yang normal seperti sebelumnya. Selain berdampak pada kesehatan, virus corona juga menyebabkan persoalan ekonomi dan politik.
Kendati demikian, kata Doli, setidaknya kondisi pada 2023 tidak lebih parah dari tahun-tahun sebelumnya dan negara lebih siap mengatasi pandemi Covid-19. Di samping itu, agenda-agenda politik seperti Pemilu dan Pilkada 2024 tetap harus diselenggarakan dengan menyesuaikan kehidupan normal baru di tengah pandemi.
