“Indonesia ini menang (unggul) dalam hal bahan mentah. Biodiversity Indonesia sangat kaya dan jadi daya tarik banyak ilmuwan asing untuk melakukan penelitian di Indonesia, yang berguna bagi pengembangan pengetahuan, tidak hanya bagi Indonesia tapi juga seluruh dunia,” kata Abdil.
Tidak hanya itu, perlakuan kurang ramah terhadap peneliti asing kemungkinan juga tidak merata di semua bidang konservasi. Paling tidak anggapan ini valid bila merujuk pada pernyataan Meizani Irmadhiany, Direktur Eksekutif Konservasi Indonesia (KI), organisasi lingkungan yang juga memiliki perhatian besar terhadap upaya konservasi, umumnya di sektor kelautan. KI, katanya, banyak menjalin kerja sama dengan mitra regional dan internasional, dan sikap pemerintah terhadap peneliti asing patut dipuji.
“Kita melihat pemerintah cukup membuka ruang untuk kolaborasi, tidak hanya dengan NGO (LSM, red) tapi juga dengan mitra-mitra lain dan itu tentunya dengan mengikuti tatanan peraturan yang berlaku,” kata Meizani.
Menurut Meizani, pemerintah mengetahui pasti, bahwa kerja sama internasional di bidang konservasi satwa laut sangat dibutuhkan, apalagi tidak jarang penelitian-penelitian itu membutuhkan teknologi tinggi yang tidak murah, keahlian khusus, koordinasi dan waktu yang tidak singkat.
