Salikun menjelaskan, setelah para guru berupaya melakukan penanganan dengan pendekatan psikologis dan keagamaan, kondisi anak-anak tersebut sudah kembali tenang.
Namun karena pertimbangan dampak psikologis akibat kejadian pada pukul 09.30 WIB, pihak sekolah memutuskan tidak melanjutkan kegiatan belajar dan memulangkan anak-anak.
“Sekolah mengambil sikap untuk pembelajaran dilakukan di rumah saja agar tidak ada rasa waswas, takut. Anak biar nyaman dulu, yang kami utamakan anak-anak merasa nyaman,” tambahnya.
Diharapkannya, usai kejadian anak-anak tidak mengalami dampak psikologis lebih lanjut, dan mereka dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan normal pada Selasa (30/1/2024) besok. (Joesvicar Iqbal)
