“Industri pedesaan hidup dan berjalan, pemerataan pendidikan dan kesehatan semuanya merata,” tandasnya.
Sehingga pemerintah harus menghidupkan yang di luar Pulau Jawa dan pedesaan, jangan orang kaya merampok tambang milik negara. “Bisa dilihat zaman kepemimpinan Pak Jokowi ini banyak kasus korupsi yang berlabuh di KPK,” tukasnya.
“Jadi Prabowo harus berani menghentikan itu, jika tidak akan ada diambang kehancuran. Impor celana jeans, kedelai, dan bawang putih masih terjadi,” tambahnya.
Manufaktur industri di desa harus dihidupkan lagi. Strategi pembangunan jangan seperti di PIK 2. Kawasan lahan Meikarta dulu untuk petani menanam padi.
“Kalau kata Pak Prabowo enough is enough, peruntukkan tanah harus jelas. Daerah Karawang dan Banten yang memiliki persawahan harus dikunci itu,” ucap Syahganda.
Syahganda menjelaskan, marwah transmigrasi, 3,3 juta hektar tanah mau diputihkan dan hal itu harus menjadi objek reforma agraria. Sehingga untuk mengatasi itu semua tiga kementerian bisa dilebur menjadi satu, agar tidak terjadi pemerintahan yang gemuk.
