“Perlu didiskusikan, duduk bersama antara pemerintah dan organisasi masyarakat sipil dan teman-teman muda. Dibutuhkan tata pelaksana yang ramah remaja, yang mampu menjaga martabat remaja, dan akses layanan yang tanpa stigma dan intimidasi.”
Menurut Nanda, pendidikan seks di kalangan remaja penting, baik di perkotaan maupun di daerah, di mana remaja dilatih menjadi penyuluh seputar kesehatan reproduksi yang komprehensif bagi rekan sebayanya.
“Idealnya [pendidikan seks] dimulai sejak di rumah. Namun tantangannya kemampuan komunikasi di rumah masih lemah, menganggap hal tersebut tabu. Padahal informasi tentang siklus hidup itu penting sesuai batasan usianya,” tutup Nanda. (benarnews/tim)
