Dalam momen penuh keheningan, Hendra memimpin pembacaan Surat Al-Fatihah, mengajak semua hadirin untuk mengirimkan doa bagi para korban yang telah tiada. Namun di tengah kesedihan, ia juga menyampaikan pesan penguat kepada dua anak mendiang Rini Putri Utami yang kini harus melanjutkan hidup tanpa kehadiran sang ibu.
“Tidak hanya kehilangan, tapi ada masa depan yang harus kalian raih. Dua anak ini harus buktikan bahwa orang tua tidak sia-sia membesarkan kalian. Jadilah orang sukses,” ucap Hendra sambil menatap sang anak yang matanya masih basah oleh air mata.
Selain santunan dari BPJS Ketenagakerjaan, Hendra juga mengungkapkan Baznas DKI Jakarta akan membantu membangun kembali rumah para korban dalam program bedah rumah. ”Ada santunan kematian dan beasiswa hampir Rp200 juta, dan Baznas juga akan bangunkan rumah kembali. Tapi ini harus jadi pelajaran. Hati-hati dengan listrik dan api,” tegas Hendra.
Ia mengingatkan kebakaran sering kali dipicu oleh kelalaian kecil yang dianggap sepele, seperti penggunaan charger yang dibiarkan menancap di stopkontak meski tidak digunakan. “Kalau banjir, rumah bisa diperbaiki. Tapi kalau kebakaran, habis semua. Sering kita lalai, padahal bahayanya nyata. Saya minta semua warga lebih waspada,” tutur Hendra.
