“Terakhir, menyiapkan rekomendasi perbaikan kebijakan dan rencana kedaruratan,” ujar Bayu Pradana.
Simulasi melibatkan unsur pemerintah, TNI, Polri, Lembaga kemanusiaan dan masyarakat lokal.
Simulasi digelar berdasarkan hasil kajian risiko bencana dan pengalaman empiris gempa besar di Sulbar, seperti gempa M6,2. Gempa besar yang terjadi pada 15 Januari 2021 silam itu menewaskan 105 orang dan mengakibatkan kerugian lebih dari Rp200 miliar.
Wilayah Sulbar terletak di jalur sesar naik Mamuju, yang aktif secara tektonik dan memiliki potensi gempa besar yang bisa menimbulkan dampak berantai, seperti tsunami, tanah longsor, dan likuifaksi.
Simulasi mengadopsi skenario bencana gempa bumi berkekuatan M7,5 yang terjadi pada pagi hari di wilayah pesisir Majene dan Mamuju. Diperkirakan lebih dari 1.000 korban jiwa dan 200.000 pengungsi terjadi dalam simulasi ini.
Skenario dirancang untuk menguji kapasitas respons dan komando di tingkat provinsi, serta keterpaduan antar instansi dalam mengatasi dampak multi-sektoral akibat bencana besar.
