“Data menunjukkan semakin tua usia populasi, semakin tak percaya isu ijazah palsu,” ungkap Ardian.
Jika dilihat dari pemilih partai, lanjut Ardian, konstituen partai koalisi pemerintahan seperti partai Gerindra, Golkar, dan PKB dalam prosentase tinggi menyatakan bahwa mereka tidak percaya isu ijazah palsu Jokowi, masing-masing angka berturut-turut 80,5%, 80,6%, dan 80,8%.
Tidak hanya ketiga partai koalisi pemerintahan Prabowo-Gibran tersebut, di konstituen PDIP ada sebesar 80% yang tidak percaya isu ijazah palsu. Di pemilih capres, ada sebesar 79,4% pemilih Prabowo Subianto menyatakan tidak percaya isu ijazah palsu Jokowi.
Pada pemilih Ganjar ada sebesar 67,9% tidak tercaya, dan di pemilih Anies Baswedan meski masih mayoritas yang tidak percaya akan isu ijazah palsu Jokowi, namun angkanya lebih kecil yaitu 51,7%.
Lebih dalam, data survei ini memperlihatkan dinamika menarik. Jika mereka yang tidak percaya isu ijazah Jokowi merata di semua segmen demografi dan preferensi politik, sebaliknya mereka sebesar 12,2% percaya isu ijazah palsu Jokowi justru mengkristal pada segmen tertentu.

