Mereka yang percaya isu ijazah palsu lebih banyak berasal dari kalangan ekonomi atas, terdidik, tinggal di perkotaan, memiliki preferensi politik berbeda dengan kubu pemerintah saat ini. Saat pemilu 2024 lalu umumnya adalah pemilih capres-cawapres selain Prabowo-Gibran.
Namun salah satu pertanyaan kunci dari isu ini adalah: seberapa besar pengaruh isu ijazah palsu terhadap kepercayaan publik kepada Presiden Jokowi? Dalam konteks komunikasi politik, ini adalah parameter penting untuk menakar apakah sebuah isu berhasil mencederai legitimasi seorang tokoh atau justru hanya bergema di ruang-ruang terbatas.
Temuan survei menunjukkan bahwa isu ini memiliki daya rusak terbatas secara agregat. Sebanyak 72,6% responden menyatakan isu ijazah tidak mempengaruhi kepercayaan mereka terhadap Jokowi. Sementara hanya 22,6% menyatakan terpengaruh.
“Artinya, secara umum, narasi ini tak berhasil menggoyahkan kepercayaan mayoritas masyarakat terhadap Jokowi, meski masih menyisakan dampak psikologis pada sebagian segmen”.

