“Kami komitmen dua lokasi penyergapan kampung rawan narkoba di Jakarta oleh BNN dan aparat gabungan menjadi entrypoint bagi kampung-kampung rawan narkoba lainnya. Apakah nantinya kampung rawan narkoba itu bisa dirubah nama kampung yang tadinya mengandung stigma negatif menjadi kampung bersih narkoba. Ini akan dibahas di Pemprov DKI Jakarta,” tegas Sigit.
Dilanjutkan oleh Sigit bahwa hal ini juga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kampanye Jaga Jakarta dari bahaya narkoba.
Sementara itu, Tokoh Agama Kampung Bahari, Kyai Misbah menambahkan, masyarakat di kawasan Bahari selama ini diliputi dalam kekhawatiran dan ketakutan. Barang bukti sejumlah narkoba, senjata api dan senjata tajam yang digelar di Markas BNN RI di depan ini menjadi biang dari pemicu suatu kejahatan.
“Kami anggap ini tugas seluruh masyarakat, jangan sampai nyawa hilang maupun harta benda menghilang gara-gara narkoba,” ucap Kyai Misbah dalam kesempatan sama.
Untuk ke depan, lanjut dia, dia bersama masyarakat Kampung Bahari mendukung penuh aparat BNN dan Pemprov DKI Jakarta dalam menjadikan Kampung Bahari menjadi Kampung Bersinar (Bersih dari narkoba).
