Di sisi lain, koordinator aksi menyatakan kejadian tersebut merupakan selisih paham dan sepakat untuk menempuh jalan damai dengan aparat.
Menanggapi video yang beredar di media sosial, TNI menyayangkan adanya narasi yang mendiskreditkan institusi dan tidak sesuai dengan fakta lapangan. TNI meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi.
“TNI menyayangkan beredarnya video/konten yang memuat narasi tidak benar dan mendiskreditkan institusi TNI. Informasi tersebut tidak sesuai dengan fakta di lapangan dan berpotensi menyesatkan publik,” sebut Freddy.
“TNI berkomitmen menjaga Aceh tetap aman, damai, dan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tandasnya. (far)
