Ipol.idIpol.id
Aa
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Reading: KHGT Menawarkan Kepastian, Perbedaan Awal Ramadan Masih Tetap Tak Terhindarkan
Share
Ipol.idIpol.id
Aa
Cari berita disini...
  • Home
  • News
  • Nasional
    • Jabodetabek
    • Jakarta Raya
    • Nusantara
  • Internasional
  • Politik
  • Hukum
  • Kriminal
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Si Ipol
  • Opini
  • More
    • Video
    • Gaya hidup
    • Sosok
    • Tekno/Science
    • Galeri
    • Indeks Berita
Follow US
  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Ipol.id > Nasional > KHGT Menawarkan Kepastian, Perbedaan Awal Ramadan Masih Tetap Tak Terhindarkan
Nasional

KHGT Menawarkan Kepastian, Perbedaan Awal Ramadan Masih Tetap Tak Terhindarkan

Iqbal
Iqbal Published 15 Feb 2026, 14:15
Share
6 Min Read
khgt
SHARE

“Kalau kriteria itu terpenuhi di mana pun di dunia, selama ijtimak terjadi sebelum pukul 24.00 UTC, maka dihitung sebagai awal bulan hijriah,” jelasnya.

Menurutnya, perbedaan dengan pemerintah tetap berpotensi terjadi karena pemerintah menggunakan pendekatan wilayah lokal (wilayatul hukmi), sedangkan KHGT menggunakan prinsip matlak global. Akibatnya, hasil penetapan awal bulan sangat potensial tidak selalu sama.

“Karena kita global, sementara pemerintah lokal. Jadi tidak selalu bertemu,” ujarnya.

Peserta juga mempertanyakan alasan penggunaan wilayah seperti Selandia Baru sebagai acuan dalam perhitungan awal bulan, padahal ijtimak terjadi secara bersamaan di seluruh dunia.

Baca Juga

Presiden Prabowo menandatangani Board of Peace Charter pada Kamis, 22 Januari 2026, di Davos, Swiss. Foto: Dok Setkab
Muhammadiyah Tolak Keikutsertaan Indonesia dalam Board of Peace yang Dipimpin AS
Panas, Komika Pandji Pragiwaksono Didemo NU–Muhammadiyah soal Mens Rea
Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1447 H pada 18 Februari 2026

Maesyarah menjelaskan bahwa ijtimak memang merupakan fenomena global, tetapi parameter KHGT memperhitungkan lokasi pertama munculnya fajar di bumi. Dalam kasus tertentu, wilayah seperti Selandia Baru menjadi rujukan karena di sanalah fajar lebih dahulu terjadi setelah ijtima berlangsung.

Ia mencontohkan bahwa ijtimak Ramadan 1447 H terjadi sebelum waktu fajar di wilayah tersebut, sehingga memenuhi syarat kalender global untuk menetapkan awal bulan.

Previous Page123456Next Page
GN

Follow Akun Google News Ipol.id

Jangan sampai kamu ketinggalan update berita menarik dari kami
TAGGED: awal ramadhan, KHGT, muhammadiyah
Share this Article
Facebook Twitter Whatsapp Whatsapp LinkedIn Telegram Copy Link
Previous Article Tunggal Putra Indonesia, Jonatan Christie. BWF: Skor Bulu Tangkis 15 Poin, Berlaku 2027
Next Article WisudaUI Pesan Menohok Menkeu untuk Wisudawan UI

TERPOPULER

TERPOPULER
IMG 20260523 WA0010
Hukum

Divonis 6 Tahun Penjara, Kuasa Hukum Nilai Kasus PT PAL Perdata Bisnis, Bakal Banding

HeadlineKriminal
Karyawati Cantik Dianiaya di JakLingko 49, Polsek Pesanggrahan Gerak Cepat Amankan Pelaku
23 May 2026, 20:00
Olahraga
Open Turnamen Japfa FIDE Rated 2026: Aditya dan Novendra Remis, GM Susanto Kalah 
23 May 2026, 21:42
HeadlineOlahraga
Meski kalah di Markas Valencia, Barca Tetap Juara La Liga
24 May 2026, 07:25
HeadlineOlahraga
Simak, Daftar Lengkap Peraih Penghargaan BRI Super League 2025/2026
24 May 2026, 08:28
Ipol.idIpol.id
Follow US

IPOL.ID telah diverifikasi oleh Dewan Pers
Sertifikat Nomor 1084/DP-Verifikasi/K/IV/2023
https://dewanpers.or.id/data/perusahaanpers

Copyright © IPOL.ID. All Rights Reserved.

  • Redaksi
  • Pedoman Pemberitaan Media Siber
  • Standar Perlindungan Profesi Wartawan IPOL.ID
  • Privacy Policy
  • Disclaimer
Logo Ipol.id Logo Ipol.id
Welcome Back!

Sign in to your account

Lost your password?