Menurutnya, perkembangan padel usia muda terus menunjukkan tren positif. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah atlet di kelompok usia U-12, U-14, U-16, hingga U-18, serta bertambahnya akademi padel yang bermunculan di berbagai klub di Indonesia.
“Tahun ini kita juga akan menjadi tuan rumah Youth Asia Cup pada November di Jakarta. Artinya pembinaan usia muda menjadi fokus utama PBPI ke depan,” katanya.
Mochtar menjelaskan PBPI juga telah membentuk sistem seleksi nasional yang menjadi dasar pembinaan atlet menuju berbagai kejuaraan internasional. Pemilihan atlet tidak lagi hanya ditentukan oleh hasil satu turnamen, tetapi melalui sistem peringkat nasional yang mengakumulasi poin dari berbagai kompetisi.
“Juara di sini tentu mendapatkan poin besar, tetapi yang dipilih adalah pemain yang benar-benar siap berdasarkan sistem ranking, seleknas hingga pelatnas. Jadi prosesnya objektif,” jelasnya.
Ia menambahkan, Indonesia mulai mempersiapkan atlet menghadapi berbagai agenda internasional, termasuk Asian Games yang menggunakan format pasangan (pair), sementara kejuaraan Youth Promises menggunakan sistem beregu sehingga membutuhkan lebih banyak pemain.

