“Liga Pro ini menjadi jenjang bagi atlet-atlet muda untuk berkarier sebagai pemain profesional. Jadi mereka memiliki masa depan yang jelas,” tambahnya.
Akash menjelaskan PBPI kini telah menerapkan sistem peringkat nasional sebagai dasar pembinaan atlet. Sistem tersebut menjadi acuan dalam proses seleksi menuju tim nasional sehingga pemilihan atlet dilakukan secara objektif berdasarkan performa dan kesiapan.
“Point system sudah berjalan dan bisa dilihat di website PBPI. Tahun ini kita sudah memiliki dua turnamen FIP Promises, dan ke depan jumlah event internasional pasti akan semakin banyak. Kami juga sudah membentuk tim seleksi nasional, termasuk tim nasional kelompok usia. Pada November nanti Jakarta akan menjadi tuan rumah Youth Asia Cup, sehingga tanggung jawab PBPI dalam pembinaan atlet semakin besar,” ujarnya.
Menurut Akash, menjadi juara di satu turnamen bukan jaminan otomatis masuk tim nasional. Prestasi memang memberikan tambahan poin yang signifikan dalam sistem peringkat, namun keputusan akhir tetap ditentukan melalui proses seleksi nasional dan pemusatan latihan nasional.

