Seorang WN Rusia lainnya berinisial KV di wilayah Bali diduga berperan sebagai pengendali jaringan diamankan.
Kasus ketiga, terungkapnya laboratorium gelap/clandestine laboratory di Kota Padang. BNN mendapat informasi dari masyarakat mengenai aktivitas mencurigakan di sebuah rumah di kawasan Indarung, Kota Padang.
Tak ingin kehilangan buruan, BNN melakukan penyelidikan dan mengamankan SE dengan barang bukti dua plastik bening berisi sabu seberat 1,4 gram. Terungkap bahwa tersangka membeli berbagai bahan kimia pembuat narkotika beserta peralatan laboratorium melalui platform daring.
Petugas kemudian menggeledah sebuah lokasi di Jalan Tarantang, Kota Padang, digunakan sebagai clandestine laboratory untuk memproduksi methamphetamine.
Di lokasi itu petugas menemukan residu hasil produksi methamphetamine pada sejumlah peralatan laboratorium, serta 890 ml cairan prekursor, 1.840 ml cairan kimia, dan 585,44 gram padatan kimia digunakan sebagai bahan pembuat sabu.
Tersangka mengaku menjalankan aktivitas tersebut bersama seorang rekannya berinisial S hingga kini buron.
