IPOL.ID – Kesehatan sering kali datang sebagai ujian yang tak terduga dan penuh tantangan. Setiap orang bisa saja menghadapi kondisi darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat maupun perawatan jangka panjang.
Dalam situasi tersebut, keberadaan jaminan kesehatan menjadi pegangan penting agar keluarga tidak terbebani biaya yang besar dan tetap memiliki kepastian layanan.
Hal inilah yang dialami oleh Linda (42), seorang ibu rumah tangga dari Jagakarsa, Jakarta Selatan, yang sudah bertahun-tahun menjadi peserta setia Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Linda mengisahkan bahwa dirinya mulai rutin memanfaatkan JKN sejak terdiagnosis diabetes pada tahun 2020. Penyakit tersebut diketahui ketika ia sedang hamil, setelah hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan kadar gula darah yang cukup tinggi. Saat itu, ia mendapat rujukan ke poli penyakit dalam untuk penanganan lebih lanjut, dan sejak saat itu ia menjalani kontrol rutin dengan memanfaatkan JKN sebagai penopang utama.
“Saya khawatir sekali waktu itu, karena bukan hanya kesehatan saya yang harus dijaga, tetapi juga keselamatan bayi yang saya kandung. Untungnya semua proses pemeriksaan dan rujukan bisa ditangani dengan JKN, jadi saya merasa lebih tenang dan tidak terbebani biaya. Dengan begitu, saya bisa lebih fokus menjaga kondisi, mengikuti anjuran dokter, dan menjalani perawatan dengan disiplin,” tutur Linda.
