IPOL.ID – Kondisi Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus masih belum stabil usai menjadi korban penyiraman air keras. Hingga kini, ia masih menjalani perawatan intensif di ruang high care unit (HCU) selama dua pekan terakhir.
“Kondisinya sangat tidak baik-baik saja, meskipun kelihatannya di luar tidak ada informasi yang lebih jelas ya,” kata Ketua Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida dalam rapat dengan Komisi III DPR, Jakarta, Selasa (31/3)..
Ia menyampaikan Andrie membutuhkan penanganan serius, khususnya untuk luka bakar dan gangguan pada bagian mata. Karena kondisinya, akses kunjungan pun dibatasi secara ketat.
Andrie tidak bisa dijenguk sembarang orang, hanya keluarga dan satu perwakilan KontraS, guna mencegah risiko infeksi.
Indria juga menambahkan bahwa Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) telah turun tangan secara khusus untuk memastikan seluruh biaya perawatan medis terpenuhi, termasuk memberikan pendampingan bagi keluarga korban.
Sementara itu, Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya mendesak Komisi III DPR untuk bersikap tegas dalam menentukan arah penanganan kasus tersebut, termasuk kejelasan yurisdiksi hukum yang digunakan.
