IPOL.ID – Seorang pelanggan Perumda Air Minum (PAM) Jaya mengeluhkan lonjakan tagihan air yang dinilai tidak wajar, disertai pelayanan yang dianggap tidak efektif dan membingungkan. Keluhan ini disampaikan oleh Fahmy, pelanggan dengan nomor sambungan 40023270 atas nama Yazid, yang berdomisili di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur.
Fahmy mengungkapkan bahwa selama bertahun-tahun dirinya membayar tagihan air dalam kisaran normal, yakni sekitar Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan. Namun, sejak Oktober 2025, tagihan air tiba-tiba melonjak drastis hingga mencapai Rp700.000 per bulan.
“Awalnya kami tidak menyadari penyebabnya. Setelah dicek, ternyata ada kebocoran di keran tempat cuci piring, hal itulah yang menyebabkan adanya perubahan tarif yang awalnya dari golongan 2A2 kemudian berubah menjadi golongan 2A3. Keran itu sudah kami ganti dengan yang baru, tetapi tagihan tetap tinggi,” ujar Fahmy kepada wartawan dikutip, Sabtu (9/5/2026).
Meski sumber kebocoran telah diperbaiki, Fahmy mengaku tagihan air tidak kunjung kembali normal. Bahkan, berdasarkan pengecekan melalui layanan mobile banking, tagihan bulan April 2026 tercatat sebesar Rp611.934, meningkat signifikan dibandingkan tagihan bulan Maret sebesar Rp336.934 yang telah dibayarkan sebelumnya.
