Selain itu, pukul 00.00-03.00 WIB, didapati kendaraan melaju lebih dari 60km/jam dan melawan arah di Jalan Woltermonginsidi.
Permasalahan kawasan Kebayoran Baru terkait kendaraan bermotor, bukan karena kekurangan ruang. Namun jumlah penggunaan kendaraan terus meningkat.
Deliani Siregar dari ITDP mengatakan, penambahan jalan untuk kendaraan bermotor tidak pernah menjadi solusi mengatasi kemacetan.
“Penambahan jalan malah semakin mengundang kendaraan bermotor pribadi menggunakan jalan dan bagian dari siklus ketergantungan penggunaan kendaraan bermotor pribadi di kota”.
Dampaknya, membuat kualitas layanan transjakarta turun adanya perbedaan kecepatan 28% antara koridor steril dan tidak steril (ITDP, 2022). Selain itu, 45% (ITDP, 2019) warga mengalami kesulitan berjalan kaki di trotoar karena parkir liar yang 90% (KoPK, 2021) mengokupansi trotoar.
Dampak tidak terlihat dari ketergantungan penggunaan kendaraan pribadi dibebankan kepada masyarakat, utamanya masyarakat rentan. Setidaknya 58,1% penyakit di Indonesia disebabkan polusi udara (KPBB, 2016), dan 30% kecelakaan di jalan korbannya adalah pejalan kaki (Kemenhub, 2013).
