Di tengah keterbatasan ekonomi, keluarganya sangat mendukung Safriani dalam menempuh pendidikan. Dirinya berhasil menamatkan pendidikan hingga ke perguruan tinggi di Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha), Jurusan Tarbiyah (D2).
Kemudian, melanjutkan S1 di Universitas Terbuka, Jurusan Perguruan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan lulus pada tahun 2018. Setelah lulus D2, Safriani langsung mengajar sebagai guru honorer dan tidak langsung melanjutkan S1 karena terkendala biaya.
Setelah dinyatakan lulus CPNS barulah safriani memberanikan diri melanjutkan pendidikan ditambah banyaknya dorongan dari teman disekolah.
“Setelah menyelesaikan kuliah, saya langsung menjadi guru honor di SDN 7 Syamtalira Aron pada tahun 2006. Selama 8 tahun mengabdi sebagai guru honor saya selalu menjalankan tugas dengan baik tanpa merasa bosan dan patah semangat,” ungkapnya.
Safriani bercerita, untuk menunjang kebutuhan sehari-hari ia menjual telur bebek, kelapa, sayuran dan hasil bumi lainnya, kepada rekan-rekan guru di sekolah. Selain itu, terkadang setelah membantu menggantikan jam mengajar guru lain karena sakit, ia mendapat uang sebagai jerih payahnya meskipun Safriani tidak mengharapkannya.
