Ternyata, butuh perjuangan tersendiri selama mengikuti pelatihan ditengah kondisi Safriani yang mengandung anak ketiga di usia kandungan 7 bulan. Kondisi badan yang tidak fit ditambah tugas pelatihan, dan tanggung jawab mengurus rumah tangga, menjadi tantangan yang luar biasa bagi Safriani.
Keterampilannya dalam mengelola waktu benar-benar terasah kala itu. PPG yang dilaksanakan secara daring menjadi keuntungan tersendiri sehingga dia masih bisa menjalankan berbagai tugas di tengah-tengah keluarga. Ia merasakan, keluarga dan rekan-rekan guru di sekolah merupakan pihak yang sangat membantunya sehingga dapat menyelesaikan PPG dengan tuntas.
Sertifikat pendidik yang ia dapatkan selepas mengikuti PPG menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kompetensi. “Sangat penting bagi seorang guru untuk meningkatkan kompetensinya karena kita hidup pada zaman yang berbeda dengan zaman kita dulu. Tugas seorang guru bukan saja mengajar anak tentang pengetahuan tetapi juga membentuk karakter sehingga mereka bisa menjadi anggota masyarakat yang baik sesuai dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara,” ucapnya.
