Arief menyebut peningkatan layanan air bersih terus dilakukan oleh PAM Jaya, dan hingga kini cakupan layanan air perpipaan di Jakarta telah mencapai lebih dari 80,24 persen.
Cakupan layanan itu memiliki panjang pipa 12.835,21 km dengan jumlah pelanggan 1.178.022 dan air terdistribusi mencapai 22.583 LPS.
Arief menambahkan air bersih memiliki dampak luas bagi kehidupan masyarakat dan pembangunan kota.
Menurut dia, setidaknya ada empat sektor besar yang akan terdampak langsung oleh ketersediaan air bersih.
Keempat sektor tersebut meliputi lingkungan, kesehatan, sosial budaya, serta ekonomi masyarakat.
“InsyaAllah target kami di 2029 nanti cakupan layanan sudah mencapai 100 persen dengan panjang pipa 16.234 kilometer dan suplai air 31.563 LPS,” pungkas Arief.
Berdasarkan data yang dia punya, 92 persen sumber air baku berasal dari luar Jakarta yaitu Waduk Jatiluhur di Purwakarta, sedangkan sisanya delapan persen dari Jakarta.
Kemudian untuk sumber air olahan sebesar 88 persen dari luar Jakarta dan 12 persen air olahan dari Jakarta.
