Berbeda dengan gempa di zona megathrust yang terjadi tepat pada bidang sentuh atau kontak gesekan antara dua lempeng tektonik. Daryono menyebutkan bahwa gempa intraslab itu justru bersumber dari pelepasan energi atau rekahan yang terjadi jauh di bagian dalam anatomi lempeng itu sendiri.
Dalam konteks tatanan tektonik wilayah ini, peristiwa tersebut dipicu oleh pecah atau robeknya bagian internal dari Lempeng Samudra (Nazca Plate) yang tengah menunjam curam ke bawah Lempeng Benua Amerika Selatan di sepanjang sistem subduksi Palung Kolombia-Ekuador-Peru-Chili.
Pada kedalaman menengah sekitar 110 km tersebut, slab litosfer samudra yang kaku, padat, dan relatif dingin mengalami gaya tarikan gravitasi ke bawah (slab pull) sekaligus tekukan yang ekstrem akibat mencoba menembus lapisan mantel bumi yang lebih panas dan kental.
Tekanan mekanis dan akumulasi regangan regim gaya tarikan yang masif di dalam tubuh lempeng tersebut pada akhirnya melampaui batas elastisitas batuan, memicu terjadinya patahan atau deformasi internal secara tiba-tiba dengan mekanisme sumber sesar normal (normal faulting) dengan komponen geser (oblique-normal faulting).
