Daryono katakan, serangkaian peristiwa gempa merusak di Kolombia memberikan pelajaran berharga bagi Indonesia, yang memiliki karakteristik subduksi lempeng serupa di sepanjang Samudra Hindia hingga Indonesia timur bahwa ancaman gempa tidak hanya bersumber dari zona megathrust atau sesar aktif permukaan, melainkan juga dari fenomena intraslab kedalaman menengah yang mampu memancarkan guncangan berfrekuensi tinggi dengan spektrum wilayah terdampak sangat luas.
Efisiensi perambatan gelombang seismik yang merusak bangunan non-standar hingga memicu kegagalan struktur seperti soft-story collapse menegaskan pentingnya audit ketat terhadap standar bangunan tahan gempa (building code).
“Pemetaan risiko seismik mencakup sumber dalam lempeng, serta penguatan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi dampak sekunder seperti runtuhan material dan potensi kebakaran di kawasan perkotaan padat”. (Joesvicar Iqbal)
