Seluruh rangkaian kerusakan fisik pada lingkungan terbangun itu secara langsung spontan memicu kepanikan warga yang berhamburan ke luar gedung untuk menghindari risiko runtuhan susulan (aftershocks), sekaligus memperumit proses evakuasi mandiri di tengah puing-puing dan kepulan debu pekat.
Sebagai kawasan seismik aktif dan kompleks, peristiwa gempa merusak di Kolombia tidak kali ini saja. Sejarah mencatat bahwa Kolombia sudah beberapa kali dilanda gempa merusak, yaitu:
Pertama, gempa Kolombia M8,8 tahun 1906: Gempa terkuat di lepas pantai perbatasan Ekuador-Kolombia yang memicu tsunami dan menewaskan hingga 1.500 jiwa.
Kedua, gempa Cúcuta M7,9 tahun 1875: Gempa dahsyat di dekat perbatasan Venezuela yang menyebabkan sekitar 10.000 orang meninggal dunia
Ketiga, gempa Armenia Mw 6,2 tahun 1999: Gempa yang mengguncang kawasan kopi (Eje Cafetero) dan menewaskan lebih dari 1.900 orang
Keempat, gempa Chocó Mw 7,4 tahun 2026: Gempa kuat mengguncang wilayah barat Kolombia pada 10 Agustus 2026, berpusat di San José del Palmar, memicu kerusakan bangunan dan korban jiwa 132 orang (data sementara-red).
