IPOL.ID – Sejumlah sekolah dasar negeri pada tahun ajaran tahun ini kesulitan memperoleh peserta didik baru. Di media sosial, video-video Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) memperlihatkan pemandangan yang tak biasa. Upacara penyambutan siswa baru yang harusnya ramai, justru hanya dihadiri satu orang murid.
Fenomena tersebut seperti terekam di SDN 3 Bukit Karangasem Bali, beberapa SD di Boyolali, Tulungagung, dan Demak.
Ini bukan kejadian satu-dua sekolah saja. Data dari berbagai daerah menunjukkan pola yang sama.
Di Kota Semarang, sejumlah SD negeri hanya menjaring kurang dari 10 pendaftar. Solo mencatat delapan SD negeri kekurangan murid usai SPMB.
Yang lebih parah terjadi di Gunungkidul, DIY, di mana 13 SD negeri dan swasta sama sekali tak kebagian murid baru, sementara 427 sekolah lain gagal memenuhi kuota.
Di Temanggung, sebanyak 35 SD negeri hanya kebagian 5 murid, bahkan satu sekolah nihil pendaftar sama sekali.
Sragen tak kalah mengkhawatirkan dengan 166 SD yang kekurangan murid di bawah angka 10 anak.
