Jenis golok lain pun ada golok berupa tool, kalau dari bilahnya sendiri golok ada Salam Nunggal, Janjang Walet, Kapak Rawing, Hambalan, maupun Sotogayot. “Itu semua jenis-jenis bilah yang diperuntukkan untuk kebutuhan khusus,” sebutnya.
“Misal golok Hambalan khusus bagi pekerja keras untuk menebang bambu dan kayu, tapi Salam Nunggal dipakai itu akan patah, karena tidak sesuai kebutuhan. Desain yang dibuat pada bentuk bilahnya beda, ada beberapa golok yang jenisnya tool dan ageman,” tambahnya.
Dalam pembuatan sebuah bilah ada istilah forging/tempa, tempa lipat, dan stok renoval. Baja zaman sekarang modern yang dibuat dari baja flat, didesain, digrinding, disepuh di gagangin jadi golok. Kalau pamor (teknik tempa lipat) beberapa jenis baja digabung jadi satu golok.
“Nantinya akan keluar corak alami, jadi pamor ada fase perencanaan, by desain, sesuai kebutuhan,” paparnya seraya menegaskan keinginannya menyosialisasikan golok ke masyarakat.
Dalam perkembangannya, teknik metarologi dan dasar pengolahan sebuah golok menjadi sangat kaya. Golok pakem sendiri mempunyai 42 metode teknik tempa lipat. Itu baru teknik dasar, belum lagi ada teknik selap. “Tapi kalau golok modern dibuat hanya dengan metode sangat sederhana, seperti golok tool satu hari hasilnya bisa jadi 10-20 golok,” tambahnya.
