Dalam proses pembuatan golok pakem bisa membutuhkan waktu 1-2 bulan. Hasilnya hanya jadi 1-2 buah golok berkualitas bagus. Nah, dalam pembuatan golok pakem juga ada hitungan namanya Tapak Jari Indungan, hitungan personalisasi sebilah golok dan tuannya.
“Misalnya abang pakai golok saya, pasti genggaman tangannya gak enak, panjang bilahnya pasti gak enak. Jadi masing-masing orang punya lebar telapak tangan, lebar bilah sampai lebar bahu sebagai lengan ayun, lingkar tangannya sendiri, itu ada itungan, rumusnya, itungan hari, bulan, jadi itungan tradisional itu dijaga. Itu bukan mistis,” katanya mencontohkan.
“Sampai nebang kayu dihitung agar kayu tidak keropos, istilahnya diteres, termasuk gagang golok dulu itu kenapa awet. Karena pohonnya diteres dulu, kulitnya dibuang, ketika kering baru ditebang. Sekarang kan pohon main tebang, buat. Sampai teknik pengawetan kayu juga saya pelajari, spesial mempelajari ilmu tradisional, itu sangat ilmiah,” beber Aken.
Kaitannya golok sama dunia pencak silat juga sangat erat. Sebab golok silat tidak bisa terlepas dari jurus, gerak kebutuhan pencak silat bisa tergambar dari golok.
