“Mereka bisa membawa itu semua ke Indonesia”.
Namun di Indonesia jika aturan itu tidak merangkul mereka, maka Gen Z yang ingin ke Indonesia malah kabur. Kalau sekarang ada tagline kabur saja dulu dari Indonesia ke luar negeri. Tetapi nantinya diharapkan taglinenya bisa berbalik, ayo pulang yuk.
Dengan catatan Indonesia harus merangkul dan aturannya terbuka untuk mereka. Mereka memiliki darah Indonesia, berbahasa Indonesia, makannya tempe, tahu dan rendang.
“Karena salah satu orang tuanya berasal dari Indonesia. Ayo sama-sama kita rangkul mereka, benefitnya untuk Indonesia. Untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia,” bebernya.
Dia menjelaskan, anggota HAKAN sendiri yang terpapar ada ratusan anak. Ketika ingin kembali mereka juga bertanya-tanya (kembali) mau ngapain? Analia menyebut, mau bekerja harus pengalaman 5 tahun. Mau bisnis harus bikin PT PMA Rp2,5 miliar, modal disetor dan ditempatkan.
“Kita tak punya kekuatan itu, akhirnya mereka balik lagi ke negara lain yang mau menerima mereka. Padahal hati nurani dan orang tuanya ingin mereka kembali dan membangun Indonesia karena potensinya besar di tanah air,” ucapnya.

