Pada dasarnya, niat cukup dilakukan di dalam hati. Namun, para ulama juga menganjurkan untuk melafazkannya dengan lisan agar membantu memantapkan niat tersebut.
Oleh karena itu, sebelum menunaikan zakat fitrah, orang yang mengeluarkannya (muzakki) terlebih dahulu harus berniat.
Berikut ini beberapa lafaz niat saat hendak membayar zakat fitrah yang disesuaikan dengan peruntukannya:
Niat Zakat Fitrah untuk Diri Sendiri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ نَفْسِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an nafsi fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Istri
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ زَوْجَتِي فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an zaujati fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardhu karena Allah Ta’ala.”
Niat Zakat Fitrah untuk Anak Laki-laki
نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ وَلَدِي … فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
