نَوَيْتُ أَنْ أُخْرِجَ زَكَاةَ الْفِطْرِ عَنْ (…) فَرْضًا لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu an ukhrija zakatal fitri ‘an … (sebutkan nama orangnya) fardhan lillāhi ta’ālā.
Artinya: “Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk… (sebutkan nama orangnya), fardu karena Allah Ta’ala.”
Doa Menerima Zakat
Selain niat dari pihak yang menunaikan zakat, orang yang menerima zakat juga dianjurkan untuk mendoakan kebaikan bagi orang yang memberikannya.
Di antara doa yang dapat dibaca adalah sebagai berikut:
أَجَرَكَ اللهُ فِيْمَا أَعْطَيْتَ وَبَارَكَ فِيْمَا أَبْقَيْتَ وَجَعَلَهُ لَكَ طَهُوْرًا
Ajarakallāhu fīmā a’thaita wa bāraka fīmā abqaita wa ja’alahu laka ṭahūrā.
Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala atas apa yang engkau berikan, dan semoga Allah memberikan berkah atas harta yang kau simpan dan menjadikannya sebagai pembersih bagimu.”
Demikianlah lafaz niat saat hendak menunaikan zakat fitrah, baik untuk diri sendiri, anak, maupun untuk seluruh keluarga yang disertakan dengan cara baca dan terjemahannya.
Dengan memahami niat dan tata cara zakat fitrah, diharapkan seorang Muslim dapat melaksanakan kewajiban ini sesuai dengan tuntunan syariat.
