Seiring berjalannya waktu, ia naik jabatan menjadi profesor madya dan akhirnya menjadi profesor penuh pada 2017. Herry mengaitkan keberhasilannya dengan pendekatannya yang optimis dan berpikiran terbuka terhadap kehidupan dan pekerjaan, yang memungkinkannya beradaptasi dengan lingkungan budaya yang berbeda dan unggul dalam bidangnya.
Salah satu pencapaian Herry yang menonjol adalah penelitiannya tentang beras, makanan pokok di Indonesia. Ia dan timnya, termasuk mendiang istrinya, yang juga seorang profesor, mengembangkan varietas beras dengan indeks glikemik yang rendah, sehingga lebih aman bagi penderita diabetes. Beras ini tidak dimodifikasi secara genetik tetapi dikembangkan melalui proses mutasi alami. Varietas tersebut akhirnya dirilis dan dilisensikan ke dua perusahaan, yang merupakan pencapaian signifikan dalam karier penelitiannya.
“Nah ini kita berikan jalan, silakan makan nasi, ini aman. Jadi kira-kira begitu dengan mengubah sifat genetik dari tanaman itu, tidak GMO, bukan genetically modified plant (tanaman yang dimodifikasi secara genetik), tapi adalah natural plant (tanaman alami) yang kita ciptakan di Louisiana. Secara alami memang karakter ini tidak ada, jadi harus kita ciptakan melalui mutasi. Sangat bersyukur kita berhasil mendapatkan galur itu,’ tandasnya.
