Transisi Herry dari sistem pendidikan Indonesia ke sistem Amerika penuh tantangan, terutama dalam hal beradaptasi dengan budaya diskusi dan debat terbuka. Di Indonesia, ia terbiasa dengan sistem yang lebih hierarkis di mana mempertanyakan otoritas adalah hal yang tidak umum. Namun, di AS, dialog terbuka dan pemikiran kritis sangat dianjurkan, yang awalnya terasa menakutkan tetapi akhirnya terbukti bermanfaat. Perubahan perspektif ini membantunya mengembangkan pola pikir yang lebih dinamis dan adaptif, yang sangat penting dalam keberhasilan akademis dan penelitiannya.
Sebagai profesor asing di AS, Herry telah menghadapi tantangan, tetapi ia memilih untuk fokus pada pencapaian dan kontribusinya daripada berkutat pada hambatan. Ia percaya bahwa keberhasilan dalam dunia akademis, khususnya di negara asing, membutuhkan pandangan positif, ketahanan, dan kemampuan untuk menavigasi lingkungan budaya dan akademis yang berbeda.
Untuk mencapai suatu posisi dan prestasi, Herry menegaskan halangan dan tantangan ada di mana saja, termasuk di Indonesia, tetapi semuanya bisa dilalui, di antaranya dengan sikap positif, tekun, tidak mengeluh, tidak putus asa, dan patuh pada aturan.
