Setelah berhasil mendapat panggilan, Siti masih harus melewati langkah-langkah ketat termasuk serangkaian wawancara, demonstrasi mengajar, dan presentasi penelitian. Bagi kandidat internasional seperti dirinya, kompleksitasnya melebar hingga ke prosedur imigrasi, yang memerlukan sponsor institusi dan sering kali melibatkan proses birokrasi yang juga panjang.
Di Warren Wilson College, Siti menemukan lingkungan akademis unik yang menekankan pendidikan seni liberal dengan fokus kuat pada pengajaran. Budaya demokratis dan informal di kampus itu menonjol baginya, khususnya dalam cara mahasiswa dan staf pengajar berinteraksi. Mahasiswa di Warren Wilson menyapa profesor mereka dengan nama depan, dan cara demikian menumbuhkan rasa keterbukaan dan kesetaraan, norma yang dihargainya, khususnya mengingat kontras yang mencolok dengan budaya akademis yang lebih hierarkis.
“Interaksi dengan kolega, interaksi dengan mahasiswa itu berbeda di sini, terutama di tempat saya ini menganut sistem yang sangat demokratis. Jadi, mahasiswa tidak memanggil saya prof di sini, mereka memanggil saya Siti karena kita ingin hubungan itu lebih demokratis dan terbuka,” tambahnya.
